RSS
Facebook
Twitter

Selasa, 27 April 2010

WISATA JEJAK SRI AJI JOYOBOYO


Mendengar namanya, yang terbayang adalah sosok intelektual dari kerajaan yang pikirannya jauh ke depan. Apa yang bisa kita dapat dari sisa-sisa kejayaannya?

Setidaknya ada dua titik istimewa di Kabupaten Kediri yang lekat dengan kiprah Sri Aji Joyoboyo. Pertama, Petilasan Sang Prabu di Desa Menang, Kecamatan Pagu yang juga dikenal sebagai Loka Muksa, kedua, Sendang Tirta Kamandanu, sebuah petilasan yang terletak hanya 500 meter dari Loka Muksa. Keduanya memiliki nilai historis dan spiritual yang luar biasa.Rata Penuh

Di pelataran Petilasan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo misalnya, kita selalu menemui orang-orang yang sengaja datang untuk berkontemplasi, berdoa pada Sang Maha Kuasa. Mereka yang datang ke tempat ini tidak hanya berasal dari Kediri dan sekitarnya, tapi juga masyarakat Jawa-Bali, bahkan ada yang datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan India.

Di petilasan yang terletak 10 kilometer dari kota Kediri ini, kita bisa menemui bangunan suci Loka Muksa, sebuah bangunan yang terdiri dari lingga dan yoni yang menyatu dengan sebuah manik (batu bulat berlubang di bagian tengah yang menyerupai mata). Secara keseluruhan, bangunan ini dikelilingi pagar beton bertulang yang dilengkapi tiga buah pintu. Konon, tiga pintu ini merepresentasi tingkat kehidupan kita yang meliputi lahir, dewasa, dan mati.

Sedangkan lingga dan yoni, mengandung pengertian unsur-unsur hidup yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Lingga dan yoni juga jadi simbol wadah (tempat) dan isi, lahir dan batin, raga dan jiwa, yang tampak dan yang tak tampak.

0 komentar:

Poskan Komentar

  • Blogger news

  • Blogger templates